BANTALAN TANAH PENGGANJAL JENAZAH ADAT ATAU SUNAH

 《445》BANTALAN TANAH PENGGANJAL JENAZAH ADAT ATAU SUNAH


Kemarin ada pertanyaan masuk di komentar postngan, tapi lupa saya SS dan sampai tadi saya cari belum ketemu.


Banatalan tanah nutuk penyangga badan jenazah itu adat atau kesunahan dan berapa jumlahnya?


Jawaban

Menggunakan bantalan tanah untuk penyangga badan jenazah itu hukumnya sunah, sebagaimana dilakukan saat pemakaman baginda Nabi Muhammad SAW dan berjumlah 9.


Referensi


بشرى الكريم بشرح مسائل التعليم ج ٢ ص ٣٨ المكتبة الهداية سورابايا

وندب أن يسند وجهه ورجلاه إلى جدار القبر، ويتجافى بباقيه حتى يكون قريباً من هيئة الراكع؛ لئلا ينكب لوجهه، وأن يسند ظهره بنحو لبنة طاهرة؛ لتمنعه من الاستلقاء لقفاه، ويجعل تحت رأسه نحو لبنة، ويفضي بخده الأيمن بعد تنحية الكفن عنه إليه أو إلى الأرض.


Artinya

"Disunnahkan meletakkan wajah dan kaki mayit menyentuh dinding kubur, dan menjauhkan bagian tubuh lainnya (dari dinding kubur) sehingga posisinya mendekati seperti orang ruku', agar tidak jatuh tertelunduk. 


Disunnahkan juga menyandarkan punggung mayit dengan bata suci untuk mencegahnya terlentang, meletakkan bata di bawah kepala, dan meletakkan pipi kanan mayit (setelah kain kafan disingkirkan) menyentuh tanah atau bata."


[حاشية الباجوري على ابن قاسم ج ١ ص ٤٨٨ المكتبة دار الكتب الاسلامية]

ويسند ظهره بلبنة أو نحوها ثم يسد فتح القبر بنحو لبن ثم يهال عليه التراب إلى أن يملأ القامة والبسطة والبن بفتح اللام وكسر الباء جمع لبنة وهو طوب غير المحرق ويندب كون اللبنات تسعا لما نقل في شرح مسلم من أن اللبنات التي وضعت في قبره ﷺ كانت تسعا


Artinya

"Dan disandarkan punggungnya dengan bata atau semisalnya, kemudian ditutup lubang kubur dengan labinah, lalu ditimbun dengan tanah sampai setinggi satu hasta dan satu jengkal. Al-Labin dengan fathah pada la dan kasrah pada ba, bentuk jamak dari labnah, yaitu batu bata yang belum dibakar. 


Dan disunnahkan bata tersebut berjumlah sembilan, berdasarkan riwayat dalam Syarah Muslim bahwa bata yang diletakkan di kubur Nabi ﷺ berjumlah sembilan."


#ngajifiqih #ngaji #fiqihjenazah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keluarga Aj dudu

K.H.R Abdul Karim

H Ismail