DZIKIR DAN DO'A SETELAH SHOLAT LIRIH ATAU KERAS

 《470》DZIKIR DAN DO'A SETELAH SHOLAT LIRIH ATAU KERAS 


Dzikir dan do'a baik sendiri maupun bersama imam setelah sholat, sunahnya dilakukan dengan lirih atau mengeraskan suara? 


Jawaban

Dalam kitab Fathul Muin, dijelaskan detailnya sebagai berikut:


وروى الترمذي عن أبي أمامة قال: قيل لرسول الله (ص): أي الدعاء أسمع؟ أي أقرب إلى الاجابة؟ قال: جوف الليل، ودبر الصلوات المكتوبات.

وروى الشيخان عن أبي موسى قال: كنا مع النبي (ص) فكنا إذا أشرفنا على واد هللنا وكبرنا وارتفعت أصواتنا، فقال النبي (ص): يأيها الناس اربعوا على أنفسكم فإنكم لا تدعون أصم ولا غائبا، إنه حكيم سميع قريب.

احتج به البيهقي وغيره للاسرار بالذكر والدعاء.

[البكري الدمياطي، إعانة الطالبين على حل ألفاظ فتح المعين، ٢١٦/١]


Imam Tirmidzi meriwayatkan dari Abu Umamah, ia berkata: 

"Di kikatakan kepada Rasulullah (saw): 'Doa mana yang paling didengar (oleh Allah)?' 

Beliau menjawab: 'Doa di tengah malam dan setelah shalat wajib.'"


Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abu Musa, ia berkata: "Kami pernah bersama Nabi (saw), lalu ketika kami berada di atas lembah, kami mengucapkan tahlil dan takbir dengan suara keras. Maka Nabi (saw) bersabda: 'Wahai manusia, rendahkanlah suara kalian. Sesungguhnya kalian tidak berdoa kepada Ashom (yang tidak mendengar) atau kepada Ghoib (yang tidak ada).

Sesungguhnya Dia Maha Bijaksana, Maha Mendengar, dan Maha Dekat.'"


Hadis ini dijadikan dalil oleh Al-Baihaqi dan lainnya tentang kesunnahan berdzikir dan berdoa dengan suara pelan.


وقال الشافعي في الام: أختار للامام والمأموم أن يذكرا الله تعالى بعد السلام من الصلاة، ويخفيا الذكر، إلا أن يكون إماما يريد أن يتعلم منه فيجهر حتى يرى أنه قد تعلم منه ثم يسر، فإن الله تعالى يقول: * (ولا تجهر بصلاتك ولا تخافت بها) * يعني - والله أعلم - الدعاء، ولا تجهر حتى تسمع غيرك، ولا تخافت حتى لا تسمع نفسك. انتهى

[البكري الدمياطي، إعانة الطالبين على حل ألفاظ فتح المعين، ٢١٦/١]


Imam الشافعي berkata dalam kitab "الام" : Bahwa beliau memilih bagi imam dan makmum untuk berdzikir kepada Allah setelah salam dari shalat, dan disunnahkan untuk keduanya melirihkan dzikir, kecuali jika imam ingin orang lain belajar darinya, maka dia mengeraskan suara sampai dia melihat orang lain telah belajar, kemudian dia kembali melirihkan suaranya. 


Karena Allah berfirman: "Janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah kamu merendahkannya" (QS. Al-Isra: 110), yaitu dalam berdoa. 

Artinya, janganlah kamu mengeraskan suara sehingga orang lain mendengar, dan janganlah kamu merendahkannya sehingga kamu sendiri tidak mendengar.


(فائدة) قال شيخنا: أما المبالغة في الجهر بهما في المسجد بحيث يحصل تشويش على مصل فينبغي حرمتها.

[البكري الدمياطي، إعانة الطالبين على حل ألفاظ فتح المعين، ٢١٧/١]


"(Faedah) Guru kami (seikh Ibnu Hajar) berkata: Adapun berlebih-lebihan dalam mengucapkan dzikir dan do'a, dengan suara keras di masjid sehingga menimbulkan tasywis (gangguan) bagi orang yang shalat, maka sebaiknya diharamkan."


Komentar

Postingan populer dari blog ini

K.H.R Abdul Karim

Keluarga Aj dudu

Neneng Siti maemunah