MELAKUKAN SHOLAT KETIKA KHUTBAH JUM'AT
《471》MELAKUKAN SHOLAT KETIKA KHUTBAH JUM'AT
Apa hukumnya melakukan sholat ketika khotib naik kimbar akan berkhutbah?
Jawaban
Diperinci:
- Jika dari awal sudah berada di masjid, maka haram (tidak sah) melakukan sholat apapun pada waktu itu.
- Jika baru datang, maka boleh sholat ringan 2 rokaat (tidak boleh lebih), yaitu sholat tahiyatul masjid atau sholat sunah jum'at asal belum duduk.
Namun jika pelaksanaan sholat jum'at dilakukan tidak di dalam masjid, maka sama sekali tidak boleh sholat apapun baik yang sudah disitu atau yang baru datang
Referensi
[نووي الجاوي، نهاية الزين، صفحة ١٤٥]
وَيحرم على الْحَاضِرين بالجامع إنْشَاء صَلَاة سَوَاء كَانَت فرضا أَو نفلا وَلَو كَانَ قَضَاؤُهَا فوريا من وَقت صعُود الْخَطِيب على الْمِنْبَر وَلَو قبل الشُّرُوع فِي الْخطْبَة إِلَى فراغها فَلَو فعلهَا لم تَنْعَقِد وَلَو فِي حَال الدُّعَاء للسُّلْطَان أَو الترضي عَن الصَّحَابَة وَلَو كَانَ أَتَى بِجَمِيعِ الْأَركان على الْمُعْتَمد
وَأما من دخل الْمَسْجِد فِي هَذَا الْوَقْت فَيجوز لَهُ أَن يُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ خفيفتين تَحِيَّة الْمَسْجِد ثمَّ يجلسd فَإِن لم يكن صلى سنة الْجُمُعَة نَوَاهَا رَكْعَتَيْنِ وَحصل بهما تَحِيَّة الْمَسْجِد وَلَا تجوز الزِّيَادَة على رَكْعَتَيْنِ وَلَا يجوز لَهُ غير تَحِيَّة الْمَسْجِد وَسنة الْجُمُعَة من فرض وَنفل وَلَو جلس قبل التَّحِيَّة عمدا أَو طَال الْفَصْل فَاتَت فَلَا تصح مِنْهُ بعد ذَلِك وَلَو كَانَ الْجَامِع غير مَسْجِد لم يجز أَن يُصَلِّي فِيهِ فِي هَذَا الْوَقْت شَيْئا بِالْإِجْمَاع وَهَذَا مِمَّا غلب فِيهِ الْجَهْل على الْعَوام
Artinya
Diharamkan bagi orang-orang yang hadir di masjid melakukan shalat, baik shalat fardhu maupun sunnah, meskipun shalat yang wajib segera dikerjakan, sejak waktu khatib naik mimbar, meskipun sebelum memulai khutbah hingga selesai khutbah. Jika ia melakukan shalat, maka shalatnya tidak sah, bahkan jika ia sedang berdoa untuk sultan atau mendoakan para sahabat, meskipun ia telah melakukan semua rukun-rukun shalat menurut pendapat yang mu'tamad.
Adapun orang yang masuk masjid pada waktu itu, maka boleh baginya shalat dua rakaat ringan sebagai tahiyatul masjid, kemudian duduk. Jika ia belum shalat sunnah Jum'at, maka ia niatkan dua rakaat itu sebagai shalat sunnah Jum'at dan sudah termasuk tahiyatul masjid. Tidak boleh menambah lebih dari dua rakaat dan tidak boleh melakukan shalat lain selain tahiyatul masjid dan shalat sunnah Jum'at, baik fardhu maupun sunnah.
Jika ia duduk sebelum melakukan tahiyatul masjid dengan sengaja atau terpisah waktu lama, maka ia telah melewatkan tahiyatul masjid dan tidak sah lagi shalatnya setelah itu. Jika masjid itu bukan masjid jami', maka tidak boleh shalat apa pun di dalamnya pada waktu itu dengan ijma' ulama. Ini termasuk perkara yang banyak tidak diketahui oleh orang awam.
(Seikh Nawawi al-Jawi, Nihayatuzzain 145)
Komentar
Posting Komentar