UANG BANSOS HARAM BUAT BELI ROKOK
《458》UANG BANSOS HARAM BUAT BELI ROKOK
Dalam aturan tertulis di kertas keterangan penerima bansos, sub 2 menjelaskan:
2. Penggunaan dana bansos tahun 2026 tidak di perkenankan untuk membeli rokok, minuman keras dan narkotika
Dengan adanya ketentuan seperti ini, secara hukum syar'i berakibat dana tersebut HAROM jika digunakan untuk membeli rokok.
Saya bukan termasuk penerima bansos, tapi sangat menyayangkan jika ada aturan dari pemerintah untuk tidak boleh digunakan membeli rokok, kasian yang menerima. Semoga aturan tersebut (fokus ke poin tidak boleh buat beli rokok) hanya basa basi atau sukur2 dihilangkan agar penerima bebas menggunakannya untuk kebutuhan (termasuk beli rokok).
Penjelasan hukumnya:
Berikut ini penjelasan dari Hashiah al-Bujairami (3/269) tentang niyat dan qarinah (indikasi) dalam pemberian harta:
1. Jika A berkata ke B: "Ambil ini, belikan ini buat kamu," maka wajib bagi si B membelinya (tidak boleh buat lain), kecuali kalau ada qarinah (indikasi) bahwa si A cuma ingin memberi dan perkataannya hanya basa basi (tabasut) atau tidak serius.
2. Contoh qarinah: A memberi fakir uang 1 dirham, niatnya buat agar si B mencuci baju si A. Maka si B wajib pakai uang itu buat itu saja (bukan buat makan, dsb.).
3. A memberi kain kafan niatnya untuk mengkafani ayah si B, tapi B malah pakai buat mengkafani orang lain, maka si B harus mengganti kalau A punya niat:
- Tabaruk (ngalap berkah) untuk ayahnya si B termasuk seorang yang ahli fiqih atau wira'i
- atau memenuhi kewajiban (takfīn), bukan sedekah ke ahli waris.
4. Kalau A memberi tanpa qarinah jelas, atau bilang dengan "tabasut" (basa basi) biasa, maka si B bebas pakai.
Tapi kalau A salah memberi, semisal si B mengaku belum dibayar padahal sudah, atau si A salah sangka B punya sifat faqir (misal) ternyata tidak. Maka si B haram menerima & harus kembalikan.
Intinya: Qarinah (indikasi) dan niat pemberi menentukan boleh-tidaknya penerima memakai harta. Kalau tidak jelas, lihat konteks & kebiasaan.
Referensi
[البجيرمي ,حاشية البجيرمي على الخطيب = تحفة الحبيب على شرح الخطيب ,٣/٢٦٩]
وَلَوْ قَالَ: خُذْ وَاشْتَرِ لَك بِهِ كَذَا، تَعَيَّنَ الشِّرَاءُ بِهِ مَا لَمْ يُرِدْ التَّبَسُّطَ، أَيْ أَوْ تَدُلُّ قَرِينَةُ مَالٍ عَلَيْهِ؛ لِأَنَّ الْقَرِينَةَ مُحَكَّمَةٌ هُنَا، وَمِنْ ثَمَّ قَالُوا: لَوْ أَعْطَى فَقِيرًا دِرْهَمًا بِنِيَّةِ أَنْ يَغْسِلَ بِهِ ثَوْبَهُ، أَيْ وَقَدْ دَلَّتْ الْقَرِينَةُ عَلَى ذَلِكَ، تَعَيَّنَ لَهُ، وَإِنْ أَعْطَاهُ كَفَنًا لِأَبِيهِ فَكَفَّنَهُ فِي غَيْرِهِ فَعَلَيْهِ رَدُّهُ لَهُ إنْ كَانَ قَصَدَ التَّبَرُّكَ بِأَبِيهِ لِفِقْهٍ أَوْ وَرَعٍ، قَالَ فِي الْمُهِمَّاتِ: أَوْ قَصَدَ الْقِيَامَ بِفَرْضِ التَّكْفِينِ وَلَمْ يَقْصِدْ التَّبَرُّعَ عَلَى الْوَارِثِ، قَالَ الْأَذْرَعِيُّ: وَهَذَا ظَاهِرٌ إذَا عَلِمَ قَصْدَهُ. فَإِنْ لَمْ يَقْصِدْ ذَلِكَ فَلَا يَلْزَمُهُ رَدُّهُ بَلْ يَتَصَرَّفُ فِيهِ كَيْفَ شَاءَ إنْ قَالَهُ عَلَى سَبِيلِ التَّبَسُّطِ الْمُعْتَادِ، وَإِلَّا فَيَلْزَمُهُ رَدُّهُ أَخْذًا مِمَّا مَرَّ " فِي اشْتَرِ لَك بِهَذَا عِمَامَةً " رَوْضٌ وَشَرْحُهُ. وَلَوْ شَكَا إلَيْهِ أَنَّهُ لَمْ يُوَفِّ أُجْرَتَهُ كَاذِبًا فَأَعْطَاهُ دِرْهَمًا أَوْ أَعْطَى بِظَنِّ صِفَةٍ فِيهِ أَوْ فِي نِسْبَةٍ فَلَمْ يَكُنْ فِيهِ بَاطِنًا، لَمْ يَحِلَّ لَهُ قَبُولُهُ وَلَمْ يَمْلِكْهُ وَيَكْتَفِي فِي كَوْنِهِ أَعْطَى لِتِلْكَ الصِّفَةِ بِالْقَرِينَةِ.
Komentar
Posting Komentar