AQIQOH UNTUK BAYI KEGUGURAN

 《510》AQIQOH UNTUK BAYI KEGUGURAN


Apakah sah aqiqoh untuk bayi yang keguguran (sudah meninggal di dalam rahim)? 


Jawaban

Tidak sah, kecuali dilakukan saat bayi masih benar2 hidup meski masih di dalam kandungan  menurut pendapat Imam Ibnu hajjar.


Adapun menurut ulama lain tidak sah aqiqoh untuk bayi yang belum lahir meskipun kondisinya hidup. Syaratnya sah menurut mereka ialah harus si bayi benar2 sudah terlahir dalam keadaan hidup. 


Rederensi


[البكري الدمياطي، إعانة الطالبين على حل ألفاظ فتح المعين، ٣٨٢/٢]

ويندب لمن تلزمه نفقة فرعه أن يعق عنه من وضع إلى بلوغ 

(قوله: من وضع إلى بلوغ) بيان لوقت ذبح العقيقة.

يعني أن وقتها من حين وضع للولد بأن ينفصل بتمامه فلو قدم الذبح على انفصاله لم يكف على ما اقتضاه إطلاقهم.

لكن المتجه عند ابن حجر أنه يحصل به أصل السنة،

لأن المدار على تحقق وجوده حيا، وقد تحقق. ويمتد إلى حين بلوغ، 


Disunnahkan bagi orang yang bertanggung jawab atas nafkah anaknya untuk mengaqiqahinya, dari waktu kelahiran hingga baligh.


(Keterangan: "dari waktu kelahiran hingga baligh" menjelaskan waktu penyembelihan aqiqah.)


Artinya, waktu aqiqah adalah sejak bayi lahir, yaitu ketika bayi sudah terpisah sepenuhnya dari ibunya. Jika penyembelihan dilakukan sebelum bayi terpisah, maka tidak mencukupi (tidak sah). Ini adalah pendapat mayoritas ulama.


Namun, menurut Imam Ibnu Hajar, yang lebih tepat adalah aqiqah tetap sah dan sudah memenuhi sunnah, karena yang penting bayi sudah benar-benar hidup.


Waktu aqiqah berlangsung hingga anak mencapai usia baligh. 

[Seikh al-Bakri ad-Damiyati, I'anah al-Tholibin, 2/382]


Komentar

Postingan populer dari blog ini

K.H.R Abdul Karim

Keluarga Aj dudu

Neneng Siti maemunah