HEWAN QURBAN DISEMBELIH SENDIRI ATAU ORANG LAIN

 《506》 HEWAN QURBAN DISEMBELIH SENDIRI ATAU ORANG LAIN


Lebih utama mana, antara menyembelih hewan qurban dengan dilakukan sendiri atau nyuruh orang lain melakukannya?


Jawaban

Diperinci:

- Jika yang berkurban adalah seorang laki-laki dan mampu untuk menyembelih, maka sunah penyembelihan hewan untuk dilakukan oleh diri sendiri sebagaimana baginda Nabi Muhammad SAW menyembelih hewan qurban dengan tangan mulia beliau sendiri.

Dan jika mewakilkan penyembelihan kepada orang lain, maka boleh-boleh saja.


- Jika yang berkurban ialah seorang laki-laki yang lemah (tidak mampu menyemblih), seorang perempuan dan seorang khuntsa yang punya kelamin ganda) dan seorang yang buta, maka sunah untuk mewakilkan penyembelihan kepada orang lain.


Catatan:

1. Bagi orang yang mewakilkan penyembelihan hewan qurban kepada orang lain, sunah baginya untuk menyaksikan prosesi penyembelihan.


2. Jika seseorang mewakilkan penyembelihan, maka niat orang yang mewakilkan sudah cukup dan tidak niat dari wakil. 

Bahkan jika wakil tidak tahu itu hewan qurban, maka tidak apa-apa.


Referensi


[البكري الدمياطي ,إعانة الطالبين على حل ألفاظ فتح المعين ,٢/٣٨٠]

ويسن أن يذبح الرجل بنفسه. وأن يشهدها من وكل به


(قوله: ويسن أن يذبح الرجل بنفسه) أي للاتباع، وهو أنه - صلى الله عليه وسلم -: ضحى بمائة بدنة، نحر منها بيده الشريفة ثلاثا وستين، وأمر عليا رضي الله عنه فنحر تمام المائة.

وخرج بالرجل المرأة، فالسنة لها أن تنيب، رجلا يذبح عنها.

ومثلها الخنثى ومن ضعف من الرجال عن الذبح، والأعمى إذ تكره ذبيحته أفاده بجيرمي.

(قوله: وإن يشهدها) أي الأضحية، أي ويسن أن يشهد ذبحها من وكل به أي الذبح وذلك لما صح من أمر السيدة فاطمة رضي الله عنها بذلك، وأن تقول: إن صلاتي ونسكي إلى وأنا من المسلمين ووعدها بأنه يغفر لها بأول قطرة من دمها كل ذنب عملته، وأن هذا لعموم المسلمين.

وإذا وكل به كفت نية الموكل، ولا حاجة لنية الوكيل، بل لو لم يعلم أنه مضح لم يضر.


"Disunnahkan bagi laki-laki untuk menyembelih hewan kurbannya sendiri dan disunnahkan pula bagi orang yang mewakilkan penyembelihan untuk menyaksikan penyembelihan tersebut.


(Keterangan: Disunnahkan bagi laki-laki untuk menyembelih hewan kurbannya sendiri) yaitu untuk mengikuti sunnah Nabi. Beliau (Nabi Muhammad SAW) berkurban dengan 100 ekor unta, beliau menyembelih 63 ekor dengan tangan beliau sendiri, dan memerintahkan Ali RA untuk menyembelih sisanya. 


Hukum ini berlaku untuk laki-laki, sedangkan perempuan disunnahkan mewakilkan penyembelihan kepada laki-laki. 

Hal yang sama berlaku untuk orang yang lemah, orang buta, dan khuntsa (orang yang memiliki dua jenis kelamin).


(Keterangan: Dan disunnahkan menyaksikan penyembelihan) yaitu menyaksikan penyembelihan hewan kurban bagi orang yang mewakilkan penyembelihan. 

Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Fatimah RA, bahwa Nabi SAW memerintahkannya untuk menyaksikan penyembelihan dan mengucapkan doa: 'Sesungguhnya shalatku dan ibadahku adalah untuk Allah, dan aku adalah orang yang berserah diri kepada-Nya.' Nabi SAW berjanji bahwa dengan tetesan darah pertama, Allah akan mengampuni dosa-dosanya, dan ini berlaku untuk semua umat Islam.


Jika seseorang mewakilkan penyembelihan, maka niat orang yang mewakilkan sudah cukup, dan tidak diperlukan niat dari wakil. Bahkan, jika wakil tidak tahu bahwa itu adalah hewan kurban, maka tidak apa-apa." 

(I'anah at-Tholibiin 2/380)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

K.H.R Abdul Karim

Keluarga Aj dudu

Neneng Siti maemunah