HUKUM MEMELIHARA BURUNG
《514》HUKUM MEMELIHARA BURUNG
Bagaimana hukumnya memelihara burung?
Jawaban
Di perbolehkan selama memenuhi kebutuhan pakan burung dan dengan tujuan dipelihara diambil anak keturunannya atau buat hiburan suaranya .
Akan tetapi jika tujuan memelihara untuk semisal berjudi, ini tidak diperbolehkan. Dan pelakunya bisa tertolak kesaksiannya.
Referensi
الخطيب الشربيني، مغني المحتاج إلى معرفة معاني ألفاظ المنهاج، ٥٤٧/٥
وَسُئِلَ الْقَفَّالُ عَنْ حَبْسِ الطُّيُورِ فِي أَقْفَاصٍ لِسَمَاعِ أَصْوَاتِهَا وَغَيْرِ ذَلِكَ، فَأَجَابَ بِالْجَوَازِ إذَا تَعَهَّدَهَا مَالِكُهَا بِمَا تَحْتَاجُ إلَيْهِ، لِأَنَّهَا كَالْبَهِيمَةِ تُرْبَطُ.
“Imam Al-Qofal ditanya perihal mengurung burung guna untuk didengar suaranya dan lain sebagainya, beliau menjawab: Boleh, ketika si pemilik tetap mencukupi kebutuhan hidup si burung, dan hal ini seperti halnya pada hewan lainnya”.
(Mughni al-Muhtaj 5/547)
[المناوي، فيض القدير، ١١١/١]
ومن فوائد اتخاذ الحمام أنه يطرد الوحشة فقد أخرج الخطيب في التاريخ عن ابن عباس قال: شكا رجل إلى النبي صلى الله عليه وسلم الوحشة فقال: اتخذ زوج حمام يؤنسك في الليل لكن فيه محمد بن زياد كذاب وأخرج ابن السني عن معاذ أن عليا شكا إلى النبي صلى الله عليه وسلم الوحشة فأمره أن يتخذ زوج حمام ويذكر الله تعالى عند هديره وأشار المصطفى صلى الله عليه وسلم بقوله المقاصيص إلى عدم اتخاذ غيرها فإنه يجر إلى اللعب به بالتطير أو المسابقة وذلك مكروه بل ترد الشهادة بإدامته وفيه جواز حبس الطير في القفص مع القيام بمؤنته
Di antara faedah memelihara burung merpati adalah dapat menghilangkan rasa kesepian. Al-Khathib meriwayatkan dalam kitab Tarikh-nya dari Ibnu Abbas, ia berkata: "Seseorang mengadukan rasa kesepian kepada Nabi SAW, maka beliau bersabda, 'Peliharalah sepasang burung merpati, niscaya akan menghiburmu di malam hari.' Namun, dalam sanadnya terdapat Muhammad bin Ziyad yang dianggap sebagai pendusta."
Ibnu Sunni meriwayatkan dari Mu'adz bahwa Ali mengadukan rasa kesepian kepada Nabi SAW, maka beliau memerintahkannya untuk memelihara sepasang burung merpati dan berdzikir kepada Allah ketika mendengar suaranya.
Nabi SAW memberi isyarat dengan sabdanya, "Al-Maqaṣīṣ" (yaitu burung merpati yang di potong sayapnya agar tidak bisa terbang), yaitu tidak memelihara burung selain itu, karena dapat menjerumuskan pada permainan judi atau pertarungan, dan itu tidak disukai. Bahkan, kesaksian orang yang memelihara burung semacam itu dapat ditolak.
Hadis ini juga menunjukkan bolehnya mengkurung burung dalam sangkar dengan syarat memenuhi kebutuhannya.
[Al-Munawi, Fayḍh al-Qadīr, 1/111]
Komentar
Posting Komentar