IMAM DAN MAKMUM BEDA JENIS SHOLAT
《479》IMAM DAN MAKMUM BEDA JENIS SHOLAT
Bagaimana hukumnya jika makmum sholat ada (dikerjakan pada waktunya) sedangkan imam sholat qodho (dikerjakan tidak pada waktunya/nyaur sholat yang tertinggal)?
Jawaban
Hukum sholatnya sah dan hukum sholat berjamaahnya khilaful aula (menyelisihi keutamaan), tidak disunahkan dan tidak makruh.
Hukum ini juga terlaku untuk sholat yang beda jenis misalkan duhur dengan ashar dll.
Referensi
[البكري الدمياطي ,إعانة الطالبين على حل ألفاظ فتح المعين ,٢/٧]
نعم، إن اتفقت مقضية الامام والمأموم سنت الجماعة، وإلا فخلاف الاولى، كأداء خلف قضاء، وعكسه، وفرض خلف نفل، وعكسه، وتراويح خلف وتر، وعكسه.
Ya, jika sholat yang di qodho imam dan makmum sama, maka sunnah berjamaah.
Jika tidak, maka hukumnya khilaful aula (menyelisihi yang lebih utama), seperti sholat ada bermakmum dibelakang sholat qodho, atau sebaliknya, melakukan shalat fardhu bermakmum dibelakang shalat sunnah, atau sebaliknya, melakukan tarawih bermakmum dibelakang witir, atau sebaliknya.
(قوله: نعم، إن اتفقت مقضية الإمام والمأموم) تقييد لعدم سنية الجماعة في القضاء، والمراد باتفاق ذلك: اتفاق شخصه كظهر وظهر، لا ظهر وعصر أو عشاء، لأنهما مختلفان شخصا وإن اتفقا عددا.
(Ungkapan: Ya, jika sholat yang di qodho imam dan makmum sama) Ini adalah batasan untuk tidak mensunnahkan berjamaah dalam sholat qodho, dan yang dimaksud dengan kesamaan itu adalah kesamaan jenis shalat, seperti Zuhur dengan Zuhur, bukan Zuhur dengan 'Asar atau 'Ishaa', karena keduanya berbeda jenisnya meskipun sama jumlah rakaatnya.
(وقوله: سنت الجماعة) أي لما في الصحيحين: أنه - صلى الله عليه وسلم - صلى بالصحابة جماعة حين فاتتهم في الوادي.
(Ungkapan: maka sunnah berjamaah) Berdasarkan hadits dalam dua kitab shahih (Bukhori & Muslim) bahwa Nabi SAW shalat berjamaah dengan para sahabat ketika mereka terlambat shalat di lembah.
(قوله: وإلا) أي وإن لم تتفق مقضيتهما شخصا فهي خلاف الأولى ولا تكره.
(Ungkapan: Jika tidak) Artinya, jika yang di qodho imam dan makmum tidak sama, maka hukumnya khulaful aula (menyelisihi yang lebih utama), bukan makruh."
(I'anah at-Tholibiin 2/7)
Komentar
Posting Komentar