IMAM SHOLAT YANG TIDAK DISUKAI JAMA'AHNYA

 《497》IMAM SHOLAT YANG TIDAK DISUKAI JAMA'AHNYA


Bagaimana pandangan fiqih tentang imam sholat yang tidak disukai jama'ah sholatnya?


Jawaban

Berikut penuturan Seikh al-Umroni dalam kitab al-Bayan:


 [Tentang Makruhnya Orang yang Tidak Disukai Jemaah Menjadi Imam]


Makruh bagi seseorang menjadi imam bagi kaum yang tidak menyukainya, berdasarkan riwayat Abu Dawud dalam "Sunan"-nya, bahwa Nabi SAW bersabda: "Tiga orang yang Allah tidak menerima shalat mereka: seseorang yang menjadi imam bagi kaum yang tidak menyukainya, seseorang yang datang shalat setelah jemaah selesai, dan seseorang yang memperbudak orang yang telah dimerdekakan."


Diriwayatkan pula bahwa Nabi SAW bersabda: "Allah tidak menerima shalat seseorang yang menjadi imam bagi kaum yang tidak menyukainya, tidak pula shalat seorang istri yang suaminya marah kepadanya, dan tidak pula shalat seorang budak yang melarikan diri hingga ia kembali."


Syaikh Abu Hamid berkata: Imam Syafi'i berkata, "Hadis ini tidak shahih, namun aku makruhkan dia menjadi imam bagi mereka karena mereka tidak menyukainya."


Tirmidzi meriwayatkan dalam "Sunan"-nya bahwa Nabi SAW bersabda: "Allah melaknat tiga orang: seseorang yang menjadi imam bagi kaum yang tidak menyukainya, seorang istri yang suaminya marah kepadanya, dan seseorang yang mendengar panggilan 'Hayya 'ala al-falah' namun tidak menjawabnya."


Demikian pula, jika mayoritas jemaah tidak menyukai imam, maka makruh baginya menjadi imam, karena yang dianggap adalah mayoritas. Namun, jika hanya segelintir orang yang tidak menyukainya, maka tidak makruh, karena tidak ada orang yang tidak memiliki musuh.


Ini adalah pendapat ulama-ulama Baghdad kami. Al-Qaffal berkata: Jika seorang imam ditunjuk untuk shalat berjemaah, maka tidak makruh baginya menjadi imam meskipun jemaah tidak menyukainya.


Referensi


[العمراني، البيان في مذهب الإمام الشافعي، ٤١٣/٢]

[فرع كراهة إمامة من يكرهه المأتمون]

] : ويكره أن يؤم الرجل قومًا، وهم له كارهون؛ لما روى أبو داود في "سننه": أن النبي - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - قال: «ثلاثة لا يقبل الله منهم صلاة: رجل يقدم قومًا، وهم له كارهون، ورجل أتى الصلاة دبارًا -أي: بعد ما فرغوا من الصلاة- ورجل اعتبد محرره» .

وروي: أن النبي - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - قال: «لا يقبل الله صلاة رجل أمّ قومًا، وهم له كارهون، ولا صلاة امرأة زوجها عاتب عليها، ولا صلاة عبد آبق، حتى يرجع» .

قال الشيخ أبو حامد: قال الشافعي: (وهذا الخبر لا يثبت، ولكني أكره إمامته بهم، لكراهتهم له) .

وروى الترمذي في "سننه ": أن النبي - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - قال: «لعن الله ثلاثة: رجلًا أمّ قومًا وهو له كارهون، وامرأة بات زوجها عليها ساخطًا، ورجلًا سمع: حي على الفلاح، فلم يجبه» .

وهكذا: إذا كرهه أكثرهم كره له أن يؤمهم؛ لأن الاعتبار بالكثرة، وإن كرهه أقلهم لم يكره؛ لأن أحدًا لا يخلو ممن يكرهه، هذا نقل أصحابنا البغداديين.

وقال القفال: إن نصب الإمام رجلًا للصلاة بالناس لم يكره أن يصلي بهم، وإن كرهوه.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

K.H.R Abdul Karim

Keluarga Aj dudu

Neneng Siti maemunah