KEUTAMAAN JADI ORANG PEMAAF
《499》KEUTAMAAN JADI ORANG PEMAAF
Apa keutamaan memiliki sifat pemaaf?
Jawaban
Ada banyak keutamaan memiliki sifat pemaaf dan tercelanya sifat sebaliknya (pendendam) diantaranya:
1. Sifat pemaaf termasuk salah satu sifatnya ahli surga, hal ini berdasarkan Firman Allah surat al-Imaron 133-134
وَسَارِعُوْٓا اِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ وَالْاَرْضُۙ اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَۙ ١٣٣
"Bersegeralah menuju ampunan dari Tuhanmu dan surga (yang) luasnya (seperti) langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa". (al-Imron 133)
الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ فِى السَّرَّۤاءِ وَالضَّرَّۤاءِ وَالْكٰظِمِيْنَ الْغَيْظَ وَالْعَافِيْنَ عَنِ النَّاسِۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَۚ ١٣٤
"(yaitu) orang-orang yang selalu berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, orang-orang yang mengendalikan kemurkaannya, dan orang-orang yang memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan". (al-Imaron 134)
2. Diantara 8 pintu surga ada pintu khusus buat orang yang punya sifat pemaaf
وأبواب الْجنَّة ثَمَانِيَة بَاب الصَّدَقَة وَبَاب الصَّلَاة وَبَاب الصَّوْم وَيُقَال لَهُ الريان وَبَاب الْجِهَاد وَبَاب الكاظمين الغيظ وَالْعَافِينَ عَن النَّاس وَبَاب الرَّاحِمِينَ وَبَاب من لَا حِسَاب عَلَيْهِم وَبَاب التَّوْبَة وَيُقَال لَهُ بَاب الرَّحْمَة وَبَاب مُحَمَّد صلى الله عَلَيْهِ وَسلم وَهُوَ مَفْتُوح مُنْذُ خلقه الله تَعَالَى لَا يغلق إِلَّا إِذا طلعت الشَّمْس من مغْرِبهَا فَحِينَئِذٍ يغلق وَلَا يفتح إِلَى يَوْم الْقِيَامَة
وَهَذِه الْأَبْوَاب مقسومة على أَعمال الْبر إِلَّا بَاب التَّوْبَة فَلَيْسَ بَاب عمل وَإِنَّمَا هُوَ بَاب الرَّحْمَة الْعُظْمَى وَإِنَّمَا فتحت لَهُ الْأَبْوَاب الثَّمَانِية تكرمة لَهُ وَإِلَّا فَهُوَ إِذا اتّصف بِنَوْع من هَذِه الْأَعْمَال دخل من بَابه فَلَو اتّصف بنوعين فَأكْثر فَيُخَير أَو يدْخل من الْبَاب الَّذِي هُوَ لَازم نَوعه أَكثر
[نووي الجاوي ,نهاية الزين ص ٢٣]
Pintu-pintu surga ada delapan:
1. Pintu sedekah
2. Pintu salat
3. Pintu puasa, yang disebut juga pintu Ar-Raiyan
4. Pintu jihad
5. Pintu bagi orang yang menahan amarah dan memaafkan manusia
6. Pintu bagi orang yang penyayang
7. Pintu bagi orang yang tidak dihisab
8. Pintu taubat, yang disebut juga pintu rahmat
Pintu Muhammad SAW adalah salah satu dari pintu-pintu tersebut, dan dia tetap terbuka sejak diciptakan oleh Allah, tidak akan ditutup kecuali ketika matahari terbit dari barat. Setelah itu, pintu tersebut tidak akan dibuka lagi sampai hari kiamat.
Pintu-pintu surga ini dibagi-bagikan untuk amalan-amalan kebajikan, kecuali pintu taubat yang bukan pintu amalan, melainkan pintu rahmat yang agung. Pintu-pintu ini dibuka sebagai penghormatan bagi umat manusia. Jika seseorang memiliki salah satu dari amalan-amalan tersebut, maka dia akan masuk surga melalui pintu yang sesuai dengan amalannya. Jika dia memiliki beberapa amalan, maka dia diberi pilihan atau masuk melalui pintu yang paling sesuai dengan amalan yang paling banyak dilakukan.
(Seikh Nawawi Al-Jawi, Nihayatuzzain, halaman 23)
3. Menurut baginda Nabi Muhammad SAW orang yang sulit memaafkan (pendendam) termasuk seburuk-buruknya manusia.
4. Menurut imam as-Syafi'i, orang yang tidak mau memaafkan kesalahan orang lain itu seperti setan (menurut keterangan dalam kitab Ihya Ulumuddin) dan seperti jabar "orang dzolim" menurut keterangan dalam kitab faidh al-Qodir
Referensi no 3 dan 4
وقال الشافعي رحمه الله من استغضب فلم يغضب فهو حمار ومن استرضى فلم يرض فهو شيطان وقد قال أبو سعيد الخدري قال رسول الله صلى الله عليه وسلم ألا إن بني آدم خلقوا على طبقات شتى فمنهم بطيء الغضب سريع الفيء ومنهم سريع الغضب سريع الفيء فتلك بتلك ومنهم سريع الغضب بطيء الفيء ألا وإن خيرهم البطيء الغضب السريع الفيء وشرهم السريع الغضب البطيء الفي
[أبو حامد الغزالي، إحياء علوم الدين، ١٨٠/٣]
Imam Syafii rahimahullah berkata, "Barang siapa yang diprovokasi namun tidak marah, maka dia seperti keledai. Dan barang siapa yang diminta maaf namun tidak mau memaafkan, maka dia seperti setan."
Abu Sa'id Al-Khudri meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya anak cucu Adam diciptakan dalam berbagai macam tabiat. Di antara mereka ada yang lambat marah dan cepat kembali reda jika marah, ada yang cepat marah dan cepat kembali reda, maka yang satu dengan yang lain saling menutupi. Dan di antara mereka ada yang cepat marah dan lambat (sulit) untuk kembali reda (pendendam).
Ketahuilah, sebaik-baik mereka adalah yang lambat marah dan cepat kembali , dan sejelek-jelek mereka adalah yang cepat marah dan lambat kembali."
(Abu Hamid Al-Ghazali, Ihya Ulumuddin, 3/180)
قول إمامنا الشافعي من استغضب فلم يغضب فهو حمار ومن استرضى فلم يرض فهو جبار لأن القوة الغضبية محلها القلب ومعناها غليان دمه لطلب الانتقام فمن فرط فيها حتى انعدمت بالكلية أو ضعفت أو أفرط حتى جاوز حدها الشرعي ذم ذما شديدا ومحمل كلام الشافعي الأول والحديث الثاني وسبب ذم الأول استلزامه انعدام الغيرة والحمية والأنفة مما يؤلف منه
[المناوي، فيض القدير، ٣٧٧/٢]
Imam Syafii berkata, "Barang siapa yang diprovokasi namun tidak marah, maka dia seperti keledai. Dan barang siapa yang diminta maaf namun tidak mau memaafkan, maka dia seperti orang yang zalim (jabar)."
Hal ini karena kekuatan amarah (ghadab) terletak di hati, yang berarti darah mendidih untuk membalas dendam. Jika kekuatan ini hilang atau lemah, atau malah berlebihan hingga melebihi batas syariat, maka akan dicela dengan sangat keras.
Maksud dari perkataan Imam Syafii dan hadits yang kedua adalah, orang yang tidak marah ketika diprovokasi menunjukkan bahwa dia tidak memiliki rasa cemburu, tidak memiliki harga diri, dan tidak memiliki kehormatan diri. Hal ini yang membuatnya dicela.
(Al-Manawi, Fayd Al-Qadir, 2/377)
Komentar
Posting Komentar