PELAKSANAAN IBADAH QURBAN DI MALAM HARI
《501》PELAKSANAAN IBADAH QURBAN DI MALAM HARI
Bagaimana hukum pelaksanaan ibadah qurban (nyembelih dan membagikan hewan qurban) dimalam hari?
Jawaban
Menurut madzhab Syafi'iyah, Hanafiyah Dan Pendapat Soheh dari Hanabilah hukumnya boleh akan retapi makruh.
Menurut pendapat madzab Maliki dan sebagian Madzhab Hanbali penyembelihan hewan qurban dimalam hari tidak sah (statusnya seperti sembelihan biasa)
Referensi
Dasar Hukum
وَاتَّفَقُوا عَلَى أَنَّهُ يَجُوزُ ذَبْحُهَا فِي هَذَا الزَّمَانِ لَيْلًا وَنَهَارًا لَكِنْ يُكْرَهُ عِنْدَنَا الذَّبْحُ لَيْلًا فِي غَيْرِ الْأُضْحِيَّةِ وَفِي الْأُضْحِيَّةِ أَشَدُّ كَرَاهَةً
وَاحْتَجَّ الْبَيْهَقِيُّ وَالْأَصْحَابُ لِلْكَرَاهَةِ بِمَا رَوَاهُ الْبَيْهَقِيُّ بِإِسْنَادِهِ عَنْ عَلِيِّ بْنِ الْحُسَيْنِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّهُ قَالَ لِقَيِّمٍ لَهُ جَذَّ نَخْلَهُ بِاللَّيْلِ (أَلَمْ تَعْلَمُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ جُذَاذِ اللَّيْلِ وَصِرَامِ اللَّيْلِ أَوْ قَالَ حَصَادِ اللَّيْلِ) هَذَا مُرْسَلٌ وَعَنْ الْحَسَنِ الْبَصْرِيِّ قَالَ (نَهَى عَنْ جُذَاذِ اللَّيْلِ وَحَصَادِ اللَّيْلِ وَالْأَضْحَى بِاللَّيْلِ قَالَ وَإِنَّمَا كَانَ ذَلِكَ مِنْ شِدَّةِ حَالِ النَّاسِ فَنَهَى عَنْهُ ثُمَّ رَخَّصَ فِيهِ) هَذَا أَيْضًا مُرْسَلٌ أَوْ مَوْقُوفٌ وَاَللَّهُ أَعْلَمُ
[النووي، المجموع شرح المهذب، ٣٨٨/٨]
Ulama madzab Syafi'iyah sepakat bahwa menyembelih hewan kurban pada zaman sekarang boleh dilakukan malam atau siang hari. Namun, menurut kami (mazhab Syafi'i), makruh menyembelih di malam hari untuk selain hewan kurban, dan lebih makruh lagi untuk hewan kurban.
Al-Baihaqi dan para sahabat berdalil dengan hadits dari Ali bin Husain, bahwa ia berkata kepada pegawainya, "Tidakkah kamu tahu bahwa Rasulullah melarang memotong kurma dan memanen di malam hari?" (Hadits ini mursal).
Dari Hasan al-Bashri, ia berkata, "Dilarang memotong kurma, memanen, dan menyembelih hewan kurban di malam hari. Hal ini karena kondisi masyarakat yang sulit, lalu dilarang, kemudian diberi keringanan." (Hadits ini juga mursal atau mauquf).
Wallahu a'lam.
(Imam an-Nawawi al-Majmu' Syarah al-Muhadzab 8/388)
Diantara Alasan Makruh
(فرع) تكره التَّضْحِيَة لَيْلًا خشيَة أَن يُخطئ المذبح أَو يُصِيب نَفسه أَو يتَأَخَّر بتفريق اللَّحْم طرياً وَالله أعلم
[تقي الدين الحصني، كفاية الأخيار في حل غاية الاختصار، صفحة ٥٣٢]
"(Cabang): Makruh hukumnya menyembelih qurban pada malam hari karena khawatir salah sasaran (pada saat menyembelih), atau mengenai dirinya sendiri (penyembelih), atau karena akan terlambat membagikan dagingnya dalam keadaan segar (jika dilakukan malam hari). Wallahu a'lam."
(Seikh Taqiyuddin al-Hishni Kifayah al-Akhyar 532)
Perkhilafan Ulama
(فَرْعٌ) مَذْهَبُنَا جَوَازُ الذَّبْحِ لَيْلًا وَنَهَارًا فِي هَذِهِ الْأَيَّامِ جَائِزٌ لَكِنْ يُكْرَهُ لَيْلًا وَبِهِ قَالَ أَبُو حَنِيفَةَ وَإِسْحَاقُ وَأَبُو ثَوْرٍ وَالْجُمْهُورُ وَهُوَ الْأَصَحُّ عَنْ أَحْمَدَ وَقَالَ مَالِكٌ لَا يُجْزِئُهُ الذَّبْحُ لَيْلًا بَلْ يَكُونُ شَاةَ لَحْمٍ وَهِيَ رِوَايَةٌ عَنْ أَحْمَدَ وَاَللَّهُ أَعْلَمُ
[النووي، المجموع شرح المهذب، ٣٩١/٨]
Cabang masalah: Menurut mazhab kami (Syafi'iyah), menyembelih hewan kurban pada hari-hari ini (10-13 Dzulhijjah) boleh dilakukan malam atau siang hari (malam 11-13), namun makruh hukumnya dilakukan di malam hari.
Pendapat ini juga dianut oleh Imam Abu Hanifah, Imam Ishaq, Imam Abu Tsaur, dan mayoritas ulama. Ini juga pendapat yang lebih sahih dari Ahmad.
Imam Malik berpendapat, menyembelih di malam hari tidak sah, dan hewan itu hanya menjadi daging kambing biasa (tidak dianggap ibadah qurban). Ini juga salah satu riwayat dari Imam Ahmad.
Wallahu a'lam.
(Imam an-Nawawi al-Majmu' Syarah al-Muhadzab 8/391)
Komentar
Posting Komentar