SHOLAT TAHAJUD DAN DUHA BERJAMAAH
《492》SHOLAT TAHAJUD DAN DUHA BERJAMAAH
Apakah ada pahala kesunahan sholat tahajud dan duha secara berjamaah?
Jawaban
Sholat tahajud dan duha bukan termasuk sholat sunah yang sunah di lakukan secara berjamaah.
Akan tetapi jika dilakukan boleh-boleh saja tidak makruh.
Dan jika ada tujuan semisal untuk mengajari orang-orang agar tergugah bersemangat sholat tahajud dan duha. Maka dia mendapatkan pahala akan tujuan tersebut.
Referensi
Sayyid Abdurrahman Al-Masyhur dalam kitab Bughyatul Mustarsyidin mengatakan
مسألة: ب ك) تباح الجماعة في نحو الوتر، والتسبيح فلا كراهة في ذلك، ولا ثواب، نعم إن قصد تعليم المصلين وتحريضهم كان له ثواب وأي ثواب بالنية الحسنة، فكما يباح الجهر في موضع الإسرار الذي هو مكروه؛ للتعليم، فأولى ما أصله الإباحة وكما يثاب في المباحات إذا قصد بها القربة كالتقوي بالأكل على الطاعة، هذا إن لم يقترن بذلك محذور كنحو إيذاء، أو اعتقاد العامة مشروعية الجماعة، وإلا فلا ثواب، بل يحرم، ويمنع منها
Artinya, "(Masalah Ba dan Kaf) Mubah berjamaah dalam semisal shalat Witir daJn shalat Tasbih. Jamaah tersebut tidak makruh dan tidak berpahala. Benar demikian. Bila ia bertujuan mengajari orang-orang yang shalat dan mendorong mereka agar melakukannya, maka ia mendapat pahala sebab niat yang baik. Sebagaimana diperbolehkan mengeraskan suara karena mengajari orang lain pada posisi shalat yang sebenarnya disunahkan melirihkan suara yang sebenarnya makruh. Jadi lebih pantas lagi hal yang asalnya mubah. Sebagaimana pula diberi pahala perbuatan mubah bila ia meniatkannya untuk ibadah, seperti niat mendapatkan stamina dengan makan untuk ketaatan. Hal ini apabila pelaksanaan jamaah tersebut tidak disertai sesuatu yang dilarang, seperti menyakiti orang lain atau adanya keyakinan orang awam tentang disyariatkannya berjamaah. Bila demikian, maka shalat jamaahnya tidak berpahala, bahkan haram dan harus dicegah."
(Abdurrahman Al Masyhur, Bughyah al Mustarsyidin hal 67)
Komentar
Posting Komentar