TATA CARA SUJUD SAHWI

 《512》TATA CARA SUJUD SAHWI


Bagaimana ketentuan dan cara sujud sahwi yang benar?


Jawaban

Berikut detail penjelasan dari seikh Nawawi al-Bantani terkait motif penyebab yang mengakibatkan sujud sahwi dan bacaan dzikir-dzikir nya:


Jika yang menuntut sujud sahwi itu terjadi karena lupa, maka yang lebih utama diucapkan ketika sujud adalah:


سُبْحَانَ الَّذِي لَا ينَام وَلَا يسهو


(Subhanaladzi la yanamu wala yashu)


 "Maha suci Allah  yang tidak tidur dan tidak lupa" 


atau :


سُبْحَانَ من لَا ينَام وَلَا يغْفل


(Sunhanaladzi la yanamu wala yaghfulu)


"Maha suci Allah yang tidak tidur dan tidak lengah". 


Jika dilakukan dengan sengaja, maka yang lebih utama adalah beristighfar (bukan do'a diatas). 


Al-Adzra'i mengatakan bahwa zikir ketika duduk di antara dua sujud sahwi sama dengan zikir ketika duduk di antara dua sujud salat. 


Orang yang bukan makmum harus berniat sujud sahwi di dalam hatinya, tidak perlu diucapkan dengan lisan. 


Jika diucapkan dengan lisan, maka salatnya batal. Atau jika sujud tanpa niat, maka juga batal. (Nawawi al-Jawi, Nihayatuz-Zain, halaman 81)


Referensi


[نووي الجاوي، نهاية الزين، صفحة ٨١]

إِذا كَانَ مُقْتَضى السُّجُود وَقع سَهوا فالأليق بِالْحَال أَن يَقُول فِي سُجُوده سُبْحَانَ الَّذِي لَا ينَام وَلَا يسهو أَو يَقُول سُبْحَانَ من لَا ينَام وَلَا يغْفل وَإِذا وَقع عمدا فالأليق الاسْتِغْفَار قَالَ الْأَذْرَعِيّ وَذكر الْجُلُوس بَينهمَا كذكر الْجُلُوس بَين سَجْدَتي الصَّلَاة وَلَا بُد لغير الْمَأْمُوم من نِيَّة سُجُود السَّهْو بِقَلْبِه دون لِسَانه فَلَو تلفظ بهَا بطلت صلَاته أَو سجد بِلَا نِيَّة بطلت أَيْضا



Komentar

Postingan populer dari blog ini

K.H.R Abdul Karim

Keluarga Aj dudu

Neneng Siti maemunah