WAKTU PELAKSANAAN IBADAH KURBAN

 《505》WAKTU PELAKSANAAN IBADAH KURBAN


Waktu pelaksanaan ibadah kurban (menyembelih hewan kurban) diperinci:


1. Waktu Yang Tidak Menjadikan Sah :

Dilakukan sebelum waktu pelaksanaan sholat idhul adha, malam hari raya idhul adha, masuk maghrib malam ke 14 hari tasyriq dan malam-malam hari tasyriq tgl 11,12,13  (menurut pendapat Imam Malik dan sebagian ulama Madzhab Hanbali)


Jika dilakukan pada waktu tersebut, maka tidak dianggap melakukan ibadah kurban akan tetapi berstatus sembelihan biasa.


2. Waktu Makruh : 

Dilakukan pada malam hari tasyriq menurut pendapat mayoritas ulama (kecuali Imam Malik dan sebagian ulama Madzhab Hanbali)


3. Waktu Afdholiyah (yang paling utama) : Dilakukan setelah waktu pelaksanaan sholat idhul adha sampai sebelum zawal (dzuhur) karena ini berdasarkan sunah Nabi Muhammad SAW.


4. Waktu Mubah (boleh) : 

Dilakukan di selain waktu-waktu diatas mulai tgl 10 (setelah sholat idhul adha) sampai tgl 13 dzulhijah (hari tasyriq).


Referensi


(فَرْعٌ) مَذْهَبُنَا جَوَازُ الذَّبْحِ لَيْلًا وَنَهَارًا فِي هَذِهِ الْأَيَّامِ جَائِزٌ لَكِنْ يُكْرَهُ لَيْلًا وَبِهِ قَالَ أَبُو حَنِيفَةَ وَإِسْحَاقُ وَأَبُو ثَوْرٍ وَالْجُمْهُورُ وَهُوَ الْأَصَحُّ عَنْ أَحْمَدَ وَقَالَ مَالِكٌ لَا يُجْزِئُهُ الذَّبْحُ لَيْلًا بَلْ يَكُونُ شَاةَ لَحْمٍ وَهِيَ رِوَايَةٌ عَنْ أَحْمَدَ وَاَللَّهُ أَعْلَمُ

[النووي، المجموع شرح المهذب، ٣٩١/٨]


Cabang masalah: Menurut mazhab kami (Syafi'iyah), menyembelih hewan kurban pada hari-hari ini (10-13 Dzulhijjah) boleh dilakukan malam atau siang hari (malam 11-13), namun makruh hukumnya dilakukan di malam hari. 

Pendapat ini juga dianut oleh Imam Abu Hanifah, Imam Ishaq, Imam Abu Tsaur, dan mayoritas ulama. Ini juga pendapat yang lebih sahih dari Ahmad.

Imam Malik berpendapat, menyembelih di malam hari tidak sah, dan hewan itu hanya menjadi daging kambing biasa (tidak dianggap ibadah qurban). Ini juga salah satu riwayat dari Imam Ahmad. 

Wallahu a'lam.

(Imam an-Nawawi al-Majmu' Syarah al-Muhadzab 8/391)


المبحث الثالث ـ وقت التضحية:

للفقهاء خلافات جزئية في أول وقت التضحية وآخره، وفي كراهية التضحية في ليالي العيد.


"Pembahasan Ketiga - Waktu Berkurban: Para ahli fikih memiliki perbedaan pendapat tentang awal dan akhir waktu berkurban, serta tentang makruhnya berkurban pada malam hari raya.


لكنهم اتفقوا على أن أفضل وقت التضحية هو اليوم الأول قبل زوال الشمس؛ لأنه هو السنة، 


Namun, mereka sepakat bahwa waktu terbaik untuk berkurban adalah pada hari pertama (Idul Adha) sebelum matahari tergelincir (zawal/waktu duhur), karena itulah yang sesuai sunnah.


لحديث البراء بن عازب، قال: قال رسول الله صلّى الله عليه وسلم: «إن أول مانبدأ به يومنا هذا: أن نصلي، ثم نرجع، فننحر، فمن فعل ذلك، فقد أصاب سنتنا، 


Berdasarkan hadits dari Bara' bin Azib, Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya pertama kali yang kita mulai pada hari ini (Idul Adha) adalah shalat, kemudian kita pulang dan menyembelih kurban. Barang siapa yang melakukan demikian, maka ia telah sesuai dengan sunnah kami.


ومن ذبح قبل ذلك، فإنما هو لحم قدمه لأهله، ليس من النُسُك في شيء» (1). 


Barang siapa yang menyembelih sebelum itu, maka itu hanya daging yang dia persembahkan untuk keluarganya, bukan termasuk kurban." (1) 


إنهم اتفقوا على أن الذبح قبل الصلاة، أو في ليلة العيد لا يجوز عملاً بالحديث السابق.

[وهبة الزحيلي ,الفقه الإسلامي وأدلته للزحيلي ,4/2714]


Mereka sepakat bahwa menyembelih kurban sebelum shalat Idul Adha atau pada malam hari raya tidak diperbolehkan, berdasarkan hadits tersebut."

Referensi: [Seikh Wahbah az-Zuhayli, Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu, 4/2714]


Komentar

Postingan populer dari blog ini

K.H.R Abdul Karim

Keluarga Aj dudu

Neneng Siti maemunah