WALI NIKAH YANG TELAH MEWAKILKAN HADIR DI MAJLIS AKAD
《522》WALI NIKAH YANG TELAH MEWAKILKAN HADIR DI MAJLIS AKAD
Apakah benar wali nikah setelah mewakilkan akad nikah kepada penghulu atau kiyai setempat tidak boleh hadir di majlis akad, dan menyebabkan akad nikah tidak sah?
Jawaban
Pernyataan tersebut "tidak benar" jika praktek akad nikah di masyarakat dihadiri banyak orang. Karena akan disalah pahami bahwa wali nikah setelah mewakilkan akad nikah harus meninggalkan majlis akad.
Maksud dari wali nikah setelah mewakilkan tidak diperbolehkan hadir dimajlis sehingga tidak mengesahkan akad nikah itu ketika di majlis akad hanya ada 4 orang yaitu
1. Mempelai pria
2. Wali perempuan
3. Saksi
4. Saksi
Dan wali nikah tersebut telah mewakilkan akadnya ke salah satu dari orang no 3 atau 4 yang seharusnya jadi saksi.
Maka hadirnya wali dari perempuan dimajlis akad, perannya dobel yaitu menjadi saksi dan punya sifat wali yang masih melekat. Ini yang tidak diperbolehkan/ tidak sah.
Dan wali si perempuan harus mencari satu orang saksi lagi.
Kesimpulannya, yang terjadi dimasyarakat yaitu pernikahan dihadiri banyak orang, itu sejatinya mereka yang hadir menjadi saksi dan dalam kasus ini hadirnya wali si perempan tidak masalah.
والله أعلم بالصواب
Referensi
حاشية البيجوري ج ٢ ص ١٠٢
فلو وكل الأب أو الأخ المنفرد في العقد وحضر مع الآخر ليكونا شاهدين لم يصح لأنه متعين للعقد فلا يكون شاهدا
Seandainya seorang ayah atau saudara laki-laki yang sendirian (tidak ada wali lain) dalam akad mewakilkan akad nikah, lalu ia hadir bersama orang lain agar keduanya menjadi dua orang saksi, maka akad tersebut tidak sah. Sebab, ia sudah ditentukan untuk menjalankan akad (sebagai wali), sehingga ia tidak bisa menjadi saksi.
(Al-Baijuri Juz 2 Hal. 102)
[البكري الدمياطي ,إعانة الطالبين على حل ألفاظ فتح المعين ,٣/٣٤٤]
فلو وكل الاب أو الاخ المنفرد في النكاح وحضر مع الآخر لم يصح لانه ولي عاقد فلا يكون شاهدا.
ومن ثم لو شهد أخوان من ثلاثة وعقد الثالث بغير وكالة من أحدهما صح، وإلا فلا.
(قوله: فلو وكل الأب الخ) مفرع على عدم صحته بحضرة ولي متعين للشهادة (قوله: أو الأخ المنفرد) قيد به لأنه لا يتعين للولاية إلا حينئذ، فلو لم ينفرد كأن كان لها ثلاثة إخوة وعقد لها واحد منهم بإذنها له فقط وشهد الآخران، صح، كما سيصرح به قريبا فإن أذنت لكل منهم تعين أن يكون الشاهدان من غيرهم، ففي مفهوم القيد المذكور تفصيل، وإذا كان كذلك فلا يعترض بأن مفهومه أنه إذا لم ينفرد صح أن يكون شاهدا مطلقا مع أنه ليس كذلك (قوله: في النكاح) أي في عقد النكاح لموليتهما، وهو متعلق بوكل (قوله: وحضر) أي من ذكر من الأب أو الأخ المنفرد، وقوله مع آخر، أي مع شخص آخر غيره (قوله: لم يصح) أي النكاح، وهو جواب لو (قوله: لأنه) أي من ذكر من الأب أو الأخ، وهو علة لعدم الصحة.
وقوله فلا يكون شاهدا: أي فلا يصح أن يكون شاهدا (قوله: ومن ثم لو شهد إلخ) أي ومن أجل التعليل المذكور لو شهد أخوان من ثلاثة وعقد الثالث بغير وكالة من أحدهما بأن أذنت لهذا الثالث العاقد فقط صح النكاح لعدم كونهما وليين عاقدين لها حينئذ.
وقوله وإلا بأن
عقد الثالث بوكالة من أحدهما بأن أذنت لهما وهما وكلا الثالث في عقد النكاح، ومثله ما لو أذنت للثلاثة في النكاح، وقوله فلا: أي فلا يصح النكاح بحضور الأخوين المأذون لهما في النكاح شاهدين لأنهما العاقدان في الحقيقة، والوكيل في النكاح إنما هو سفير محض
"Seandainya ayah atau saudara laki-laki tunggal mewakilkan akad nikah, lalu dia hadir bersama orang lain, maka nikahnya tidak sah. Sebab dia adalah wali yang mengadakan akad, maka dia tidak bisa menjadi saksi.
Karena itu, jika dua saudara dari tiga bersaudara menjadi saksi, sedangkan yang ketiga mengadakan akad tanpa wakil dari salah satu dari keduanya, maka sah. Jika tidak demikian, maka tidak sah."
PENJELASAN SYARAH
*(Perkataan beliau: "Seandainya ayah mewakilkan... dst")*
Ini merupakan cabang dari kaidah tidak sahnya akad bila dihadiri oleh wali yang tertentu untuk bersaksi.
*(Perkataan beliau: "atau saudara laki-laki yang tunggal")*
Diberi batasan "tunggal" karena perwalian tidak tertentu pada saudara laki-laki kecuali dalam kondisi dia sendirian.
Seandainya saudara itu tidak tunggal, misalnya perempuan itu memiliki tiga saudara laki-laki, lalu salah seorang dari mereka mengadakan akad dengan izin perempuan itu kepadanya saja, dan dua saudaranya yang lain menjadi saksi, maka akadnya sah. Sebagaimana akan dijelaskan sebentar lagi.
Namun jika perempuan itu memberi izin kepada setiap dari mereka, maka wajib dua orang saksinya berasal dari selain mereka. Jadi, pada makna implisit dari batasan "tunggal" tadi ada perincian.
Jika demikian, maka tidak bisa dibantah dengan alasan bahwa mafhumnya adalah: "jika tidak tunggal maka sah dia menjadi saksi secara mutlak", padahal faktanya tidak demikian.
*(Perkataan beliau: "dalam nikah")*
Maksudnya dalam akad nikah untuk perempuan yang di bawah perwaliannya. Lafal ini terkait dengan kata "mewakilkan".
*(Perkataan beliau: "dan hadir")*
Maksudnya yang hadir adalah orang yang telah disebut, yaitu ayah atau saudara tunggal. Adapun perkataan "bersama orang lain" maksudnya bersama satu orang lain selain dia.
*(Perkataan beliau: "tidak sah")*
Maksudnya nikahnya tidak sah. Ini adalah jawab dari kata "seandainya".
*(Perkataan beliau: "karena dia")*
Maksudnya orang yang telah disebut, yaitu ayah atau saudara laki-laki. Ini adalah alasan tidak sahnya.
Perkataan *"maka dia tidak bisa menjadi saksi"* maksudnya tidak sah dia dijadikan sebagai saksi.
*(Perkataan beliau: "Karena itu jika dua saudara... dst")*
Maksudnya, berdasarkan alasan yang telah disebut tadi, jika dua saudara dari tiga bersaudara menjadi saksi, sedangkan yang ketiga mengadakan akad tanpa wakil dari salah satu dari keduanya, yaitu dengan cara perempuan itu hanya memberi izin kepada saudara ketiga yang mengadakan akad ini saja, maka nikahnya sah. Sebab, kedua saudara yang menjadi saksi itu dalam kondisi seperti ini bukanlah dua wali yang mengadakan akad.
Perkataan *"Jika tidak demikian"* maksudnya:
Jika yang ketiga mengadakan akad dengan diwakilkan oleh salah satu dari keduanya, yaitu perempuan itu memberi izin kepada keduanya, lalu keduanya mewakilkan kepada yang ketiga untuk mengadakan akad nikah. Contoh yang sama adalah jika perempuan itu memberi izin kepada ketiganya untuk menikahkan.
Perkataan *"maka tidak"* maksudnya: maka nikahnya tidak sah dengan kehadiran dua saudara yang telah diberi izin untuk menikahkan itu sebagai saksi. Sebab, keduanya pada hakikatnya adalah pihak yang mengadakan akad. Sedangkan wakil dalam nikah itu hanyalah perantara semata.
Komentar
Posting Komentar